Downeez Center

Hikmah dan Motivasi

Kisah Si Tukang Kayu

Seorang tukang kayu baru saja mendapat pekerjaan setelah lama menganggur, dia mendapatkan pekerjaan menebang pohon dihutan untuk membuka lahan pemukiman baru. Di hari pertama bekerja, dia mempersiapkan semua peralatannya termasuk kapak kesayangannya yang sudah diasahnya semalaman dan nampak sekali ketajamannya.

Di hari pertamanya itu dia mampu menebang 10 batang pohon. Dia pun mendapat pujian dan sanjungan dari bosnya. Pujian itu membangkitkan semangat si tukang kayu dan berjanji akan lebih semangat lagi bekerja di hari berikutnya.

Di hari ke dua, si tukang kayu mulai lagi bekerja. Kali ini di berangkat lebih pagi berharap bisa menebang pohon lebih dari yang dilakukannya kemarin. Dengan semangat yang membara dia terus menghujamkan kapaknya dari satu pohon ke pohon lain. Satu persatu pohon-pohon itu tumbang. Sampai dengan hari mulai gelap nampak wajah lesu si tukang kayu. Setelah menghitung jumlah pohon yang di tebang di kecewa karena hanya 9 batang pohon yang mampu dia tebang hari ini. Kekecewaan yang luar biasa, mengingat dia sudah lebih pagi bekerja dengan semangat yang lebih dari hari sebelumnya. Namun semangatnya kembali bangkit dan dia berjanji akan bekerja lebih keras lagi esok hari.

Di hari ketiga, si tukang kayu itupun berangkat dengan penuh semangat. Dia yakin akan lebih baik dari hari kemarin. Setelah seharian bekerja, lagi-lagi dia harus kecewa karena jumlah pohon yang ditebangnya lebih sedikit dari hari-hari sebelumnya. Kali ini ia hanya mampu menebang 6 batang pohon. Kekecewaan yang mendalam tampak di raut wajahnya. Dia merasa sudah berusaha maksimal, namun hasilnya malah jauh dari harapan.

Kemudian dia menghadap Bosnya, setelah dia menceritakan kejadiannya kemudian dia berkata akan berhenti bekerja karena tidak bisa memenuhi target yang dibebankan kepadanya. Si Bos itu tersenyum dan kemudian bertanya apakah si tukang kayu sudah mengasah kapaknya? Seketika itu juga si tukang kayu terperanjat dan seolah-olah tidak percaya. Hal sepenting itu bisa dia lupakan karena saking semangatnya di bekerja.

Semangat dan kerja keras saja tidak cukup, segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan itu harus dipersiapkan dengan baik dan maksimal, termasuk sarana dan prasarana. Walaupun saran dan prasarana yang kita miliki sangat minim namun kita wajib mengoptimalkannya untuk mencapai hasil yang maksimal.

Si tukang kayu tadi melupakan hal yang sangat penting untuk mendukung semagat kerjanya yang keras. Kapak yang menjadi alat utama pekerjaanya terlupakan karena begitu semangatnya dia mencapai hasil terbaik dalam pekerjaannya. Mata kapak yang sering dipakai lama-lama akan tumpul dan tidak maksimal. Begitu juga dengan otak dan hati kita, untuk itu mengistirahatkan dan mengasahnya kembali dengan hal-hal yang positif dan mendekatkan diri kita kepada Yang Maha Kuasa akan mampu merangsang dan mempertajam kerjanya.

September 13, 2009 - Posted by | Hikmah | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: