Downeez Center

Hikmah dan Motivasi

Kisah Hidup Kerang

Pada suatu hari, sebutir pasir tajam memasuki tubuh anak kerang yang merah dan lembek. Anak kerang yang ada di dasar laut itupun mengadu pada ibunya. Kemudian sang ibu berkata sambil bercucuran air mata. ” Anakku, Tuhan tidak memberikan bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah ini sebagai takdir. Kuatkan hatimu “, tutur ibu dari anak kerang itu.

” Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu yang menggigit. Balut pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat “, lanjutnya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang itupun melakukan nasihat ibunya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan kepalang. Kadang ditengah sakitnya, ia meragukan nasehat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadari sebutira mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus.

Rasa sakitpun makin berkurang. Dan semakin lama mutiara semakin besar. Rasa sakit terasa menjadi lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir murtiara pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi kebahagiaan. Hasil deritanya selama bertahun-tahun membuatnya lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan. ( The Balance Ways )

September 12, 2009 - Posted by | Motivasi

1 Komentar »

  1. Seberapapun kita diberi kemampuan oleh Allah, selama kita menggunakan kemampuan itu secara maksimal maka tidak akan ada yang sia-sia. Bahkan kalau kita tetap Istiqomah, maka hasil terbaik pun InsyaAllah akan kita dapatkan.

    Komentar oleh doninugroho | September 12, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: